Pages

Jumat, 08 Juli 2011

(lagi-lagi) blog baru !!

 



Entah ini adalah blog saya yang ke berapa. Setelah pertama kali mencicip blog pada awal tahun 2006, sempat menulis banyak post, lalu mulai terjangkiti kebosanan, dan akhirnya menelantarkan blog tersebut. Demikian pula halnya dengan blog-blog korban kebosanan saya yang lainnya. Banyak pengalaman, opini, atau pun sekedar coretan yang tidak saya publikasikan. Semua itu tercecer di antara catatan-catatan kuliah, di berbagai file di folder yang juga tidak sempat diberi label, di laman catatan jejaring sosial, dan ada juga yang masih berantakan dalam ingatan. Jika dulu blog yang saya buat umumnya hanya berisi tentang foto dan puisi, maka blog kali ini akan sedikit berbeda. Blog ini akan dimanfaatkan untuk membantu menyimpan kenangan apa pun, entah itu puisi, opini, foto, artikel, atau apa pun itu. 

Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, saya telah belajar untuk menulis dengan semangat, konten, serta teknik yang lebih baik. Selama 3 tahun ini pun saya berkesempatan untuk belajar bersama kawan-kawan di Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya sehingga dapat mendidik diri sendiri dalam banyak hal, khususnya penalaran dan jurnalistik. Di sela-sela tugas kuliah saya yang notabenenya adalah menggambar dan menggambar, saya berusaha untuk menikmati kemewahan dunia ini, yaitu membaca. Selain itu, betapa beruntungnya saya, sehingga saya dapat bergabung dengan Komunitas Aku Perempuan! yang rasanya begitu asam manis. Lebih beruntung lagi, saya dipertemukan dengan seorang editor yang sangat kasar dan selalu apa adanya, namun sungguh mempesona dan menggemaskan, yaitu Bung Haryo Kunto Wibisono tersayang.

Saat blog baru ini digagas, saya sedang bersembunyi di Magetan, kota kelahiran saya di kaki Gunung Lawu, Jawa Timur. Sebuah rumah yang tenang untuk meraba-raba ingatan dan memilah, serta mencoba untuk mereka-reka bangunan kehidupan dan sesosok diri yang utuh. Selama 22 tahun menjunjung berkah dan fitrah sebagai anak manusia, 4 tahun pertama dalam ingatan saya adalah bahwa saya selalu mencemaskan cara menggambar dengan krayon dan menikmati petualangan dari balik buku-buku dongeng, 10 tahun selanjutnya saya ingat bahwa saya adalah gadis kecil yang lebih suka bermain dan berdiskusi dengan diri saya sendiri sebelum akhirnya bertemu sahabat-sahabat saya, 4 tahun selanjutnya terasa biasa saja dan berulang kali melakukan kesalahan yang sama untuk menjatuhkan hati pada partner yang tidak setara, dan hingga akhirnya beberapa tahun belakangan ini, sampailah saya pada babak yang makin sukar untuk dilalui namun sekaligus saya merasa mampu tumbuh dengan genap, dengan kekurangan maupun kelebihan.

Saya pikir, apapun yang saya curahkan dalam tulisan, sketsa, maupun gumam lagu adalah pertolongan terakhir bagi saya untuk membaca ulang diri sendiri, basis untuk kembali berlari, mengungkapkan yang tak dapat dicurahkan secara lisan, memaknai peristiwa, dan semoga saja dapat digunakan untuk berbagi kebermanfaatan dengan sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar